Puisi - Jejak Senyum di Tepian Kota

 Jejak Senyum di Tepian Kota

Oleh: Mochammad Dzulfikar Ali


Saat itu aku percaya tak ada asa.

Semua sirna, bersama dengan senja.

Dalam kesunyian itu, aku bertemu denganmu.

Berbagi senyum yang penuh luka.


Kala itu kita bertemu di tepian kota.

Aku sadar, sendu tak selalu berarti luka.

Terkadang ia juga melahirkan bahagia.

Kita ukir sebuah kenangan bersama.

Di bawah langit senja yang begitu Indah.


Terkadang waktu memudarkan segalanya.

Langkahmu kini telah jauh, tak lagi terdengar.

Jarak dan waktu mungkin menjadi penghalang.

Namun persahabatan sejati tak akan pernah tergantikan.


Terimakasih atas segala rasa.

Kehadiranmu di hari itu membuat ku bahagia.

Meski kini kau pergi jauh ke berbagai kota.

Berkat senyuman itu, Aku akan tetap berjuang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen - Malam Terakhir

Puisi - Aku, Kenangan, dan Kenyataan