Puisi - Aku, Kenangan, dan Kenyataan
Aku, Kenangan, dan Kenyataan
Oleh:
Mochammad Dzulfikar Ali
Entah
sudah berapa lama waktu berlalu.
Pandanganku kabur ketika kisah lama kembali mengetuk.
Kaki ini terus melangkah
Demi menguak misteri antara engkau dan aku.
Ku
arungi samudra kenangan.
Kubelah angin yang membawa bisik masa lalu.
Kuterjang ombak yang berlumur rinduku.
Segala rintangan ku hempaskan
Hingga akhirnya kutemukan jejakmu
Di ujung dunia yang dingin dan sunyi.
Suatu
ketika, di bawah langit berawan,
Aku kembali bertemu denganmu.
Dengan hati yang riang aku berlari menyapamu,
Siap menumpahkan cerita yang lama tertahan.
Namun
perlahan kusadari,
Kau bukan lagi dirimu yang dahulu.
Tatapanmu hampa, suaramu asing,
Dan kau bahkan tidak mengenal siapa aku.
Hatiku
meretas, napasku terengah.
Dada bagai diikat tali yang tak terlihat.
Air mata jatuh tanpa diminta.
Apa salahku hingga kau menghapusku dari ingatanmu.
Aku
terus bertanya dalam diam.
Apakah kenangan yang kugenggam adalah nyata,
Ataukah hanya mimpi yang terlalu sering kupercayai,
Retak seperti kaca di genggaman,
Menyisakan luka yang tak terlihat.
Komentar
Posting Komentar