Puisi - Langit Kelam

 Langit Kelam

Oleh: Mochammad Dzulfikar Ali


Kita pernah berbagi tawa bersama.

Di bawah langit yang biru, 

penuh dengan cerita, 

bagaikan sebuah kisah dongeng.


Namun kini, seolah semua telah sirna, 

tersapu dingin dalam aliran waktu.

Kau pergi tanpa alasan, 

meninggalkanku dalam kehampaan.


Adakah salah yang tak terucap?

Atau luka mendalam yang tak kutahu?

Sejenak ku tenggelam dalamnya lautan kelam.

Terus bertanya pada jiwa ini.


Namun aku harus belajar menghadapinya, 

walaupun pedih menyayat rasa

Meski Kisah ini telah usai, namun hidup harus terus melangkah.

Biarlah waktu menyembuhkan luka, 

meski kecewa menyelimuti hati, 

aku tak akan berhenti mencari arti.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen - Malam Terakhir

Puisi - Aku, Kenangan, dan Kenyataan